Mahasiswa Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim REPLICA (REsearch PLC In Control Automation) berhasil meraih Juara 1 Maestro Fest Competition 2025 bidang PLC, sebuah kompetisi nasional bergengsi yang diselenggarakan oleh Politeknik Astra. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas dan daya saing mahasiswa Teknik Elektro UNDIP dalam bidang otomasi industri dan teknologi kontrol.
Maestro Fest Competition 2025 merupakan ajang kompetisi yang berfokus pada penguasaan Programmable Logic Controller (PLC), sebuah teknologi kunci dalam sistem otomasi industri modern. Kompetisi ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang kreatif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan industri 4.0 yang semakin kompleks. Babak final kompetisi dilaksanakan di Kampus Politeknik Astra, Cikarang, Jawa Barat, dan diikuti oleh 107 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Tim Departemen Teknik Elektro UNDIP yang berhasil menembus babak final sekaligus meraih juara pertama terdiri atas Yazid Sirril Wafa dan Bryan Nathanael Saragih. Kompetisi ini menjadi ajang kedua yang mereka ikuti setelah sebelumnya berpartisipasi dalam Electronics and Robotics Innovation Competition (ERIC) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta, sehingga menjadi bekal pengalaman berharga dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Dalam perlombaan tersebut, peserta diberikan sebuah mesin assembly dan arm robot untuk diprogram menggunakan PLC dan software robot. Tim UNDIP ditantang untuk membangun sebuah sistem line production otomatis yang terdiri dari Stack Magazine Station, Pick and Place, Swivel Arm, dan Rotary Gripper. Sistem ini dirancang untuk melakukan proses perakitan workpiece menjadi sebuah part utuh secara otomatis. Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan fitur pengecekan kualitas produk secara otomatis, yang dapat menentukan apakah hasil perakitan masuk kategori OK atau NG. Setelah melalui proses assembly dan inspeksi, part kemudian ditransfer ke stasiun berikutnya menggunakan arm robot. Karya ini dinilai unggul karena memiliki alur produksi yang efisien, terintegrasi dengan baik, serta memiliki potensi besar untuk langsung diterapkan pada lini perakitan industri manufaktur.
Tim juga menyampaikan bahwa mesin dan sistem robot yang mereka program dapat dikembangkan lebih lanjut untuk diimplementasikan di dunia industri, khususnya pada sektor perakitan part dan manufaktur berbasis otomasi. Hal ini menunjukkan bahwa karya yang dibuat tidak hanya unggul secara kompetitif, tetapi juga memiliki nilai aplikatif yang tinggi.
Atas pencapaian tersebut, kedua mahasiswa menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan mereka. Mereka mengaku sangat senang dan tidak menyangka bisa meraih Juara 1 dari total 107 tim yang bertanding. Mereka juga bersyukur karena diberi kesempatan untuk bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari seluruh Indonesia, sehingga menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam perjalanan akademik dan pengembangan diri mereka.
Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Tim REPLICA UNDIP menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Teknik UNDIP, Departemen Teknik Elektro UNDIP, Enda Wista Sinuraya, S.T., M.T. selaku dosen pembina, Politeknik Astra selaku penyelenggara, serta seluruh rekan-rekan tim REPLICA yang telah memberikan dukungan penuh selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Prestasi ini diharapkan dapat semakin memotivasi mahasiswa Teknik Elektro Universitas Diponegoro untuk terus mengembangkan kompetensi, berinovasi, serta aktif berpartisipasi dalam ajang-ajang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus berkontribusi nyata dalam pengembangan teknologi otomasi industri di masa depan.
