Kota dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia terpilih melalui KIWI (Klimaat- en Innovatieprogramma Waterschappen Internationaal) or Climate and Innovation Program for Water Boards Internationally untuk dapat memiliki kemampuan adaptif dalam menghadapi perubahan tantangan perubahan iklim khususnya yang terkait dengan air. Wilayah Pekalongan memiliki kondisi yang terpapar oleh kombinasi penurunan tanah dan kenaikan permukaan laut, yang menyebabkan banjir dari laut menjadi lebih sering dan parah. Oleh sebab itu rumah-rumah pompa memainkan peran yang semakin penting dalam mencegah dan mengurangi dampak banjir yang rutin terjadi. Saat ini, rumah-rumah pompa air beroperasi menggunakan listrik yang dihasilkan dari energi Listrik yang disuplai oleh pembangkit Listrik yang sebagian besar berbahan bakar fosil seperti batubara atau diesel konvensional. Meningkatnya frekuensi operasi rumah-rumah pompa untuk jangka waktu yang lebih lama mengakibatkan meningkatkan emisi CO2 dan biaya operasional.
Pada kesempatan ini, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, bekerja sama dengan Blue Deal (BD) Netherlands, Nederlandse Waterschapsbank Fund (NWB) atau Dana Bank Otoritas Air Belanda, Pemerintah Daerah Kota Pekalongan, dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, telah melakukan Kajian dan Penyuluhan Sistem Listrik dari Energi Surya untuk Rumah Pompa di Pekalongan. Kegiatan yang terdiri dari survei, penelitian, dan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh Tim Teknik Elektro, yang terdiri dari Assoc. Prof. Dr. Ir. Mochammad Facta sebagai ketua tim, Assoc. Prof. Dr. Ir. Aghus Sofwan sebagai Ketua Departemen Teknik Elektro, ahli teknik, dan ahli elektronika, Prof. Dr. Gunawan sebagai ahli teknik mesin dan pompa, Prof. Dr. Iwan Setiawan sebagai ahli energi listrik terbarukan, Assoc. Prof. Ir. Karnoto M.Eng sebagai insinyur konservasi energi dan kelistrikan, Alfia Putri Wulandari, M.Eng sebagai insinyur kelistrikan, dan Laily Asna Safira, M.Eng sebagai insinyur instrumentasi kontrol. Di sisi lain, Tim Blue Deal terdiri dari Ing. Marcel Roet sebagai manajer tim, insinyur polder dan tanggul, Luuk van Elk, B.Sc., M.Sc. sebagai ahli hidrologi, dan Ing. Daniël Esselink sebagai insinyur mesin dan mekanik. Dari pemerintah daerah Pekalongan, Imron Rosyidi, S.Pi., M.App.Sc., Kepala Divisi Ekonomi, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Urusan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), dan Purwo Susetiyo selaku Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, bertugas sebagai koordinator tim Pemerintah Daerah Kota Pekalongan. Tim Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan dikoordinasikan oleh Widi Hari Nugroho, ST, MT., Kepala Divisi Ekonomi dan Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan dan Pujo Pramudiharto, S.T., selaku Kepala Bidang Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang. Pekerjaan ini telah dimulai sejak 22 Oktober 2024 hingga tahun ini, 2026.
Mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Teknik Elektro di Universitas Diponegoro (UNDIP) terlibat untuk melakukan pengumpulan data, pengukuran, dan analisis, bahkan beberapa mahasiswa program magister teknik elektro menjadikan kegiatas ini sebagai bagian dari penelitian tesis mereka. Terdapat enam lokasi rumah pompa yang menjadi obyek kajian dalam kegiatan kerjasama ini, yakni: empat di Kota Pekalongan dan dua di Kabupaten Pekalongan. Rumah pompa tersebut terletak di lokasi yang berbeda, tetapi semuanya berada di sepanjang tepi Sungai Bremi Meduri di Pekalongan.
Survei dan penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam memilih jenis sistem pembangkit listrik tenaga surya yang sesuai dengan kondisi unik masing-masing rumah pompa. Lebih lanjut, hasil studi yang dilakukan bersama oleh tim Teknik Elektro UNDIP dan Blue Deal, memberikan berbagai desain alternatif yang layak secara teknis dan ekonomis kepada pemerintah daerah Pekalongan untuk memanfaatkan sistem listrik berbasis panel surya di setiap rumah pompa. Kegiatan kerjasama ini memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Program Magister (S2) di Departemen Teknik Elektro UNDIP untuk dapat berperan aktif dan mendapatkan pengalaman dalam memecahkan permasalahan nyata melalui pendekatan yang sistematis di bidang ilmu teknik elektro sehingga dapat memberikan solusi teknis terbaik.



